• Home
  • Artikel
  • TIDAK USAH KUATIRKAN MASA LALU DAN MASA DEPAN. HIDUPLAH HARI INI.

TIDAK USAH KUATIRKAN MASA LALU DAN MASA DEPAN. HIDUPLAH HARI INI.

Disadur oleh: Ahmad DS, Kyai Marketing *

Pakar hubungan manusia, Dale Carnegie dalam Bukunya How To Stop Worrying and Start Living (1948):

Orang dewasa mempunyai problem yang cukup pelik di masa hidupnya adalah sering khawatir. Hal ini karena mungkin:


1. Mungkin lebih mudah khawatir daripada memikirkan sesuatu yang membantu kita.

2. Otak kita terbiasa untuk khawatir. Kalau gak khawatir rasanya gak enak. 

3. Khawatir memberi makan ego, membuat kita  mendapat simpati dari orang lain.


70% orang yang pergi ke dokter dapat menyembuhkan penyakitnya dengan menghilangkan rasa khawatir. Khawatir yang berlebihan bisa menyebabkan orang yang sehat bisa menjadi sakit. Namanya penyakit Psikosomatis.


Yang dihajar pertama dari kekuatiran yang berlebihan adalah pencernaan kita. Pasti suka sakit lambung, usus besar dan usus kecil.  Maag, sembelit, kembung, asam lambung, dll


Bahkan  bisa cepat mati muda karena sangat menguras energi dan membuat jantung sering/bahkan terus berdegup kencang. Sakit jantung korener !


Terjebak Di Masa Depan.

Anda tidak perlu mengkuatirkan sesuatu yang belum terjadi. Jangan ada kata “nanti kalau.. bagaimana..dan sejenisnya


Terjebak di masa lalu

Anda terlalu memikirkan kejadian di masa lalu  dan selalu merasa bahwa kejadian di masa lalu akan berakibat dengan masa depan.  Padahal itu salah. 


Orang yang dahulu pecundang, bodoh dan tidak naik kelas bukan berarti di masa depan dia tidak bisa hebat dan berprestasi. Orang yang pendosa di masa lalu bisa menjadi sangat beriman di masa datang dengan berubah karena bertobat.


Manusia bisa hidup lebih baik dan bisa normal.


Fokus lah Hari ini:

Tidak usah mengkuatirkan masa lalu dan mengkuatirkan masa depan. Hiduplah di hari ini. Anxiety adalah mengkuatirkan masa depan. Depression adalah mengkuatirkan masa lalu. 


Punyalah kemauan untuk berubah

50% kekuatiran karena tidak berani mengambil keputusan 

90% kekuatiran akan hilang dengan 4 hal ini:


1. Menulis dengan spesifik hal yang membuat kuatir.

2. Menuliskan apa yang bisa Anda lakukan. 

3. Memutusan apa yang Anda lakukan

4. Langsung memulai apa yang Anda bisa lakukan.


70% kekuatiran tidak pernah benar-benar terjadi. Karena berita buruk itu lebih banyak diberitakan daripada berita baik. Misalnya ketika naik pesawat, Anda kuatir pesawatnya akan jatuh karena Anda habis menonton video pesawat jatuh padahal jutaan penerbangan dimana semua baik-baik saja tidak pernah diberitakan. Bagi media, apa bagusnya membuat judul berita “ Jutaan pesawat terbang selamat setiap harinya “, gak ada yang baca. Lebih baik menulis “ 1 Pesawat Jatuh dan penumpangnya meninggal semua “


Istirahatlah sebelum capek. 


Kuatir bisa terjadi karena kurang tidur. Maka istrirahatnya sebelum lelah. Tidur 8 jam sehari.


Kita menjadi lelah karena timbunan emosi negatif 

Jawaban untuk Kelelahan adalah RILEX.  


Mengurangi rasa tegang. Maka tubuh Anda akan istirahat.

- Rileks random misalnya Tidur siang, pejamkan mata, dll

- Bekerja sebanyak mungkin pada saat Anda posisi nyaman

- Tanya pada diri sendiri apakah Anda kesulitan mengerjakan sesuatu daripada semestinya.

- Tanya pada diri sendiri seberapa Anda lelah hari ini?


Stop memikirkan apa kata orang  lain.

Selalu kuatir apa kata orang, apa nanti kata tetangga, apa nanti kata temenku, apa nanti kata pacarku apa nanti kata saudaraku apa nanti kata pelangganku. 

Khawatir boleh namun jangan berlebihan.


Anda belum melangkah bebannya sudah jutaan kilo.

Anda belum presentasi tapi sudah mikir audiecenya gak suka. 

Anda belum maju perang namun sudah kalah duluan.


----------------

* Penulis adalah praktisi konsultanMarketing dan Brand sekaligus pelaku usaha yang bergerak dibidang kuliner dengan mengusung brand Bakso Bom Mas Erwin 'Asli Wonogiri'. Aktif menjadi pembicara dalam berbagai forum lokal dan nasional.

Komentar

  1. Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Facebook

Twitter